Carut Marut Kehidupan

Dunia selalu menawarkan beragam pilihannya pada kita. Semua pilihan selalu membawa konsekuensinya masing-masing, karenanya tak ayal lagi itu semua kerap membuat kita bingung. Diam tak bergerak berarti roda kehidupan tak berjalan. Salah mengambil keputusan  bisa-bisa kekecewaan melanda kita selamanya. Dan terlalu banyak melakukan pertimbangan takut kesempatan akan sirna terhempas angin sia-sia. Bingung… Bimbang… Dan ujung-ujungnya kita ngomel ramai-ramai menyalahkan takdir.

Sebegitu bersalahkah takdir? sampai-sampai harus dicemooh ngalor-ngidul tidak karuan begitu. Padahal takdir hanya merupakan “akibat” atas “sebab” yang sudah kita  bikin sendiri atau atas sebuah keputusan yang sudah terlanjur kita  buat. Tapi percayalah  bahwa setiap “akibat”  yang terjadi pada kehidupan kita entah berupa kebahagiaan  atau kesedihan  adalah sebuah  potongan puzzle  kehidupan  yang kelak akan terangkai menjadi sebuah bidang yang indah yang insyaalloh akan membuat kita senang bahkan juga bagi orang lain, meskipun dalam beberapa potong puzzle kehidupan itu pernah menguras habis air mata kita.

Lantas, bagaimana kita harus menyikapi kehidupan yang sering berjalan  tak tentu arah ini.  Muhammad Rosululloh  telah memberikan jalan keluar  yang cerdas dalam hal ini yaitu,  “bekerjalah untuk duniamu seolah engkau  akan hidup selamanya dan beribadahlah  kamu seolah besok engkau akan mati”.  Jelas dalam hal ini Rosululloh mengajarkan pada kita  untuk selalu  bersemangat  dalam berusaha,  bekerja keras untuk mewujudkan  setiap harapan kita, selalu optimis dalam memanfaatkan setiap  peluang yang ada seolah-olah  kesuksesan  sudah berada  di depan mata kita, berada beberapa centimeter lagi  dari genggaman tangan  kita. Selalu fokus  pada tujuan . Sungguh sebuah awal yang luar biasa  bagi manusia  pilihan.  Namun setelah  semua usaha sudah  dijalankan secara maksimal, langkah berikutnya adalah pasrah pada “akibat” yang dikehendaki oleh Allah taala. Karena kehidupan adalah ciptaan-Nya, manusia juga ciptaan-Nya jadi semua harus tunduk dan patuh pada kehendak Sang Pencipta, selalu siap untuk menerima segala ketetapan-Nya. Kehidupan adalah mutlak milik Sang Pencipta sedangkan manusia  hanya diberi kekuasaan hanya sebatas untuk merencanakan, sebatas untuk bercita-cita sedangkan hasil dari semua usaha adalah mutlak hak Sang Pencipta. Jadi ikhlas menerima setiap kenyataan adalah satu-satunya jalan  yang akan  membawa kita pada kehidupan yang hakiki yaitu, kehidupan yang penuh dengan berkah dan ridho-Nya.

Jadi pilihan bijak untuk saat ini dalam menjalani kehidupan adalah dengan menjalankan segala yang ada di depan kita sebaik mungkin, seindah mungkin dengan hati yang senantiasa  tunduk, pasrah,  tawakkal  pada kehendak Illahi Robbi karena bagaimanapun Tuhan Maha Baik dan Dia senantiasa memberi yang terbaik juga pada hamba-Nya. Percayalah dan percayakan semua pada-Nya.

Ingat!!! “Manusia hanya mendapat tak lebih dari apa yang telah ia usahakan untuk dirinya”.

tedjamaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s