Diary

Bruakk !!!…Bunyi pintu kamar yang didorong sangat keras. Entah apa yang terjadi pada diri Rio dari tadi terlihat mondir-mandir keluar masuk kamar tanpa jelas apa yang di lakukannya. Sebentar ia ambil bolpoin dan buku diarynya dari dalam lemari baju, diam sejenak…berkali-kali ia kerutkan keningnya, berfikir… tak sepatah kata pun yg ia tulis dalam diarynya, ia berdiri dan melangkah ke dekat jendela menerawang keluar, menikmati mendung yang terlihat masih menggumpal karena baru saja turun hujan, tidak deras memang tapi cukup untuk membuat udara terasa sejuk dan segar. Rumput-rumput pun masih nampak basah.

Kembali ia melangkah menghampiri buku diary yang tergeletak di atas meja, ia ambil, ia buka dan nampak ia serius memperhatikan tulisan yang ada didalamnya.

Sby 2 Feb 06

Hidup memang sulit ditebak, tak pernah aku bayangkan sebelumnya, bahkan aku tak mampu memahami diriku sendiri, aku juga tak habis pikir, mengapa perasaan ini datang dari seseorangyang selama ini sudah kuanggap seperti kelurgaku sendiri. tapi aku pun tak bisa lari dari kenyataan bahwa aku telah menemukan kebahagiaan bersamanya.

Rio jatuh cinta lagi

Sejenak Rio terlihat mengembangkan sedikit senyumnya, seperti ada desiran angin surga yang membelai lembut perasaannya. Kembali ia membalik diarynya

Sby 5 Feb 06

Tuhan…aku tahu ini adalah bagian dari karuniaMu, bukti dari kebesaranMu, dan kuyaqin itu, karenanya…ku mohon padaMu ya Illahi Robbi tuntunlah langkahku, yaqinkan hatiku, jika memang ia Kau persembahkan buatku, sudilah kiranya Engkau membimbing langkahku, memudahkan segala urusanku dan bentangkanlah jalanku agar mudah aku menggapainya, serta masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur kepadaMu. terimakasih Tuhan sungguh ini adalah karunia yg teramat agung buatku.

Rio, lagi berbahagia

Nampak terlihat ada sisa-sisa semangat dalam diri Rio. Meski gurat wajah kekecewaannya pun masih belum mampu ia sembunyikan. terlihat ia semakin antusias membolak-balik diary di tangannya, setelah memperhatikan sesaat ia pun berhenti di salah satu halaman yg tertulis

Sby 8 Feb 06

” Hidup untuk hidup” terkadang memang kita tidak merasa bahwa sebenarnya kita telah mati lebih dulu sebelum maut itu menjemput kita. bagaimana TIDAK ! karena kita sebagai mahluk yang memiliki begitu banyak potensi, kemampuan sebagai anugerah dariNya tak mampu berbuat apa-apa untuk diri kita sendiri apalagi untuk orang lain. Bersyukur aku menemukanmu sehingga aku bisa belajar dari bait katamu yang tertulis anggun penuh makna

nasi adalah diri sendiri, memakannya sesuap demi sesuap, perjalanan adalah diri sendiri menempuhnya setapak demi setapak, kecerdasanmu yang akan memberitahumu, bagaimana nasi dimakan, dan bagaimana kehidupan di tempuh. thank you sayang !

Rio, sedang berguru

Senyum yang lebih tulus terlihat mengembang dari sepasang bibir Rio, hingga giginya yang berderet pun kelihatan. Terbersit sinar kebahagian terpancar dari pesona indah wajahnya. Kini wajah yang tadi nampak gelisah perlahan mulai pudar, ia begitu tenang dalam posisi duduknya, matanya begitu khidmat memperhatikan tiap lembar diary di tangannya. kali ini sedikit ia berkaca-kaca, entah apa yang telah membuat ia begitu terharu, ia terus mengulang-ulang membacanya

Sby 16 Feb 06

Sebuah sejarah besar telah terjadi kemarin malam, Tuhan dengan segala kasih sayangNya telah membangun sebuah taman yang sangat indah dalam hatiku, bunga-bunga yang beraneka warna dan bentuk telah menghiasi setiap sudut jiwaku, sementara jauh di dalam relung jiwaku telah berdiri seorang putri yang amat aku inginkan kehadirannya dalam hatiku, ia adalah penyemangat jiwaku, matahari bagi kehidupanku, serta rembulan bagi malamku. Terimakasih Tuhan Engkau telah menganugerahkan salah satu bidadariMu untukku. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Rio, mendapat anugerah

Terlihat ia mengusap matanya, wajahnya nampak begitu sendu, perasaannya bercampur aduk menjadi satu, terkadang ia nampak begitu bahagia sambil menerawang kembali masa lalunya namun ia pun tak dapat menyembunyikan wajahnya dari rasa kecewa, teringat ia dengan ungkapan salah satu tokoh ” masa lalu adalah sejarah, orang yang tidak memiliki masa lalu berarti ia juga tidak memiliki masa depan”.

Ia ambil bolpoinnya dan ia balik diarynya mencari lembar yang masih kosong perlahan ia menulis

Sby 12 Des 06

Tuhan…haruskah aku kecewa menghadapinya? padahal aku tahu ini adalah kehendakMu, adakah aku alasan untuk bersedih? bila kuyaqin bahwa ini adalah bagian dari karuniaMu

Tuhan…ajari aku tuk mengerti tentang kesunyian hati, tentang perubahan diri, Tuhan…ajari aku

Thank’s Nik, atas segala keindahannya, atas segala kisahnya, atas segala pengalamannya, atas kesediaannya menjadi bagian dalam sejarah hidupku, harapku untukmu “indah duniamu bahagia akheratmu”. Tuhan… kepadaMu aku memohon, karuniakanlah dalam hidupku seorang wanita yang bersedia aku jadikan yang kedua dalam hatiku setelah Kau, yang mau menerima ketidaksempurnaanku sehingga dengan kehadirannya akan menjadikanku sempurna di mataMu, jadikanlah aku orang yang mencintai hanya karenaMu. Tuhan penuhi hatiku dengan rasa cinta, takut dan rindu hanya padaMu.

Terimakasih Tuhan terimakasih

Rio, instropeksi

Rio bangkit! berdiri dan beranjak mendekati lemari memasukkan diary ke dalamnya, lalu ia pergi mengambil wudlu, sholat dua rakaat, hanyut dalam untaian doa, dalam kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan orang-orang yang memujiNya, dalam desahan nafasnya ada dzikir serta rangkaian doa untuk orang-orang yang sangat ia cintai kedua orang tuanya, kakak dan adik-adiknya serta orang yang telah memberikan makna dalam kehidupannya.

Lamongan, 12 des 06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s