Jadi Mahasiswa, Capek Dech…

Jangan tertawa dulu Anda membaca judul tulisan ini. Karena sama sekali saya tidak ingin melemahkan semangat Anda yang “sungguh sangat luar biasa” dalam menuntut ilmu, mengisi pundi-pundi otak dengan berbagai macam teori dan ilmu yang kita yakini akan dapat mendewasakan diri kita guna menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi. Dan sama sekali tidak ada maksud untuk “mengompori” Anda agar bosan menjadi mahasiswa yang benar. Sekali lagi tidak!.

Namun ada beberapa hal yang ingin saya kemukakan disini. Pertama, bahwa proses pendewasaan bukan hanya bisa diperoleh dibangku kuliah saja. Karena bagaimanapun dunia dengan berbagai macam persoalannya adalah kampus luar biasa yang justru akan mengasah kepribadian dan ketangguhan diri kita untuk menyongsong masa depan. Bahkan ada beberapa tokoh besar yang menyebut kehidupan sebagai universitas terbesar yang memberi kontribusi ilmu yang lebih banyak kepada mereka dibanding universitas tempat mereka dulu. Dan memang tidak bisa kita pungkiri. Bukankah “experience is the best teacher”.

Lalu apakah pengalaman terbaik akan kita peroleh begitu saja? Tidak selalu. Karena “kesempatan” tidak akan datang begitu saja menghampiri kita, ada proses yang harus kita jalani. Ingatlah bahwa di dunia ini berlaku hukum alam (sunnatullah) hukum “aksi min reaksi” atau yang biasa kita sebut hukum sebab akibat. Ada usaha maka ada hasil. Lantas bagaimanakah agar kita memperoleh pengalaman terbaik itu. Maka, satu-satunya cara adalah dengan selalu mencari “kesempatan” untuk memperolehnya. Jika “kesempatan” itu tidak juga kunjung tiba maka tidak boleh tidak, kita harus menciptakan sendiri “kesempatan” itu.

Dan saya rasa kesempatan terbaik untuk menciptakan “kesempatan” itu adalah di kampus, di bangku sekolah atau kuliah, karena disinilah komunitasnya orang-orang yang memiliki visi yang hampir sama meski beda, yakni berusaha berjuang untuk memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik. Kita bisa berkreasi sebaik mungkin dan sebanyak mungkin tanpa batas. Ingin mendapat kesempatan menjadi seorang peminpin, bisa (dengan berorganisasi), menjadi seorang manajer juga bisa, bahkan sekedar menjadi seorang kritikuspun, bisa. Pokoknya kita bisa melakukan apa saja. Lalu hasilnya bagaimana nanti? Semua tergantung pada pribadi masing-masing. Jika Anda maksimal makahasilnyapun maksimal, jika Anda setengah-setengah maka hasilnyapun setengah.

Kedua, saya hanya ingin mengingatkan kembali bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Ingatlah bahwa ini merupakan karunia istimewa dari Tuhan buat kita. Hadiah atas kesungguhan yang kita miliki untuk menjadi khalifah-Nya yang memiliki visi untuk memakmurkan bumi. Apakah kita akan mensia-siakan kesempatan ini? Apakah kita akan menyepelekan begitu saja kepercayaan Tuhan kepada kita?

Pada kesempatan yang kita miliki ini, marilah kita kembali pada khittah kita sebagai mahasiswa yang senantiasa haus akan pengetahuan (ilmu), yang senantiasa kritis dalam menyikapi setiap persoalan, yang gemar berdiskusi, bedah buku, berorganisasi dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya.

Ketiga, bukankah kita semua memiliki tujuan, baik yang bersifat pribadi maupun kelompok. Karenanya saya hanya ingin mengingatkan agar kita selalu berada “on the track” pada tujuan masing-masing. Karena tujuan, harapan maupun impian merupakan energi dahsyat yang sanggup mengantarkan kita menuju apapun harapan dan cita-cita kita. Ingatlah bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir baik maka insyaallah hasilnyapun baik. Jika kita berpikir bias maka insyaallah kitapun bisa. Karena tiada seorangpun di muka bumi ini yang bisa menghalangi kita untuk meraih apapun cita-cita kita kecuali diri kita sendiri. Masih ingatkah Anda pada apa yang pernah disampaikan oleh Samanera (pemimpin agama budha, satu tingkat dibawah bhiksu), bahwa,” musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri”.

Jadi mulai sekarang tak ada alasan lagi untuk kita bermalas-malasan. Sekarang saatnya kita kembali melakukan aksi. Saatnya kembali menjadi mahasiswa sejati. Mari kita “hidupkan” BEM kita kembali, agar kita benar-benar memperoleh pengalaman yang paling berharga dalam hidup kita. Pengalaman yang akan mencetak “blue print” kita sebagai manusia, khalifah Tuhan yang mengemban tugas untuk memakmurkan bumi. Subhanallah. Betapa mulianya kita dihadapan Tuhan.

Sebagai penutup coba kita renungkan ungkapan berikut, “Banyak jalan menuju Roma tapi ingat, kota Roma tidak dibangun dalam satu malam”.

One thought on “Jadi Mahasiswa, Capek Dech…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s