Dzikir dan Ulang Tahun

Entah mengapa saya jadi bertanya, mengapa orang mesti menjadikan tanggal lahirnya sebagai hari yang istimewa. Kanan-kiri orang memberi ucapan selamat, saling mendoakan dalam kebaikan bahkan ada yang memberi kado segala. Heran saya dibuatnya. Apa untuk melakukan segala kebaikan tersebut harus menunggu saat hari atau tanggal tertentu saja yang dianggap istimewa itu. Kenapa kebaikan itu tidak dilakukan setiap hari. Bukankah Tuhan menganjurkan kepada setiap ummatnya untuk melakukan kebaikan setiap saat setiap waktu.

Sahabat, ulang tahun bukanlah sebuah alasan untuk melakukan semua kebaikan itu. Ada makna yang jauh lebih besar yang bisa kita ambil dari setiap peristiwa, termasuk ulang tahun. Ulang tahun, mengingatkan kita kembali, dari mana kita berasal dan kemana kita akan kembali. Ulang tahun merupakan salah satu dzikir untuk mengingat kembali keberadaan kita, jati diri kita yang sebenarnya. “Siapa yang tidak mengenal dirinya maka ia tidak mengenal Tuhannya”. Ulang tahun adalah upaya untuk mengingat kembali keberadaan Tuhan dalam hati kita, dalam jiwa kita. Mengingat kembali akan amanat-Nya dan segala tugas serta kewajiban kita kepada-Nya.

Ulang tahun menuntut kita untuk kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Sebagaimana saat kita terlahir dulu. Sebagai hamba Tuhan yang dilahirkan ke muka bumi semata-mata hanya untuk mengabdi dan menyembah kepada Alloh semata. Sebagai hamba Tuhan yang terlahir untuk menjadi khalifah-Nya, menjadi wakil Tuhan di muka bumi, semata untuk memberikan kemakmuran bagi alam seisinya. Dan ulang tahun telah mempertanyakan hal itu kepada kita. Sampai dimana tugas mulia itu telah dijalankan? Sampai seberapa keberhasilan itu telah kita capai? Astaghfirulloh….

Lantas, haruskah dzikir seperti ini hanya kita lakukan satu tahun sekali. Cukupkah, bila kita mengingat keberadaan kita, Tuhan kita, segala tugas kita cuma sekali dalam setahun. Sahabat, coba bersama kita renungkan hal ini. Waktu tidak hanya dibatasi oleh tahun semata masih ada bulan, pekan, hari, jam, menit, dan detik. Sahabat, mari kita jadikan setiap waktu tersebut sebagai saat-saat yang teristimewa buat kita. Saat-saat yang tepat untuk berbagi dalam kebaikan, saat-saat yang tepat untuk bersilaturahmi. Saat-saat yang pas untuk melakukan dzikrulloh, instropeksi diri terhadap pencapaian kita dalam kehidupan ini. Sebagai media untuk bercermin atas segala perilaku, sikap dan pikiran kita.

Sahabat, ternyata untuk mengenang saat-saat pertama kita terlahir ke dunia tidak hanya bisa dilakukan sekali setahun. Tetapi hal itu bisa kita lakukan sebulan sekali, satu pekan sekali, satu hari sekali, satu jam sekali atau bahkan satu menit sekali. Sebagaimana dulu saat saya terlahir ke dunia tepat pada hari Kamis, 21 Desember 1978 tepat pada jam 09.54 wib. Sungguh, semua itu merupakan hari yang istimewa, tanggal yang istimewa serta waktu (jam) yang istimewa untuk berdzikir, mengingat kembali diri dan Tuhan kita.

Sahabat, pada saat yang indah ini izinkan saya untuk mengucapkan “SELAMAT ULTAH, SELAMAT ULANG HARI, & SELAMAT ULANG WAKTU” kepada Anda, juga atas segala keberhasilan Anda dalam kehidupan ini semoga kita selalu dalam bimbingan, rahmat dan ridho-Nya. Amin….

Surabaya, 21 Des 2009

Tedjamaja

One thought on “Dzikir dan Ulang Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s