Bonek Sebagai Korban Atau Memang Sengaja Dikorbankan

Pagi itu, sekitar pukul 5 pada hari Jum’at tanggal 22 Januari 2010, Stasiun Gubeng Surabaya sudah penuh dengan Suporter Persebaya atau yang biasa disebut BONEK. Dan sekitar memasuki pukul 6.30 keretapun berangkat menuju Bandung, tempat digelarnya pertandingan antara Persib vs Persebaya, dengan rasa antusiasme yang tinggi serta semangat 45, BONEK rela berdesakan di dalam kereta, tak peduli lagi dengan panas siang yang menyengat maupun dinginnya malam yang menggigil, BONEK 100% akan tetap setia memberi dukungan bagi Persebaya, di manapun berada.

Ketika kereta yang mengangkut BONEK memasuki wilayah SOLO, mereka (warga Solo) di sepanjang rel kereta api sudah siap untuk melakukan serangan batu bagi BONEK, mendapat serangan batu mendadak dari warga SOLO, BONEK hanya bisa bertahan dengan sesekali membalas lemparan karena BONEK tidak hanya ingin berdiam diri menjadi korban pelemparan batu. Namun apa kata media …??? Dengan bangga mereka mengatakan “BONEK BERBUAT ULAH MELEMPARI WARGA”,

Setelah kejadian tersebut perjalanan kembali lancar sampai akhirnya kereta yang mengangkut BONEK tiba di Stasiun.Rancaekek Kab Bandung sekitar pukul 2 dini hari. Aparat Polisi Bandung sudah menunggu dan siap menjemput BONEK, dengan sabar Aparat kepolisian itu menuntun BONEK menuju tempat penampungan di Lanud Sulaiman dengan menggunakan 40 Truk Angkut dan Truk Polisi selama 3 Kloter. Kali ini, BONEK sambil bernyanyi mengucapkan,”TERIMA KASIH PAK POLISI”,

Pagi pukul 7.00 tanggal 23 Januari 2010, di Lanud Sulaiman telah dipersiapkan sarapan buat BONEK, dengan tertib tanpa anarki BONEK antri menerima sarapan pagi dari bapak-bapak TNI. Setelah sarapan massal bersama, secara bergelombang Aparat TNI membawa BONEK menuju Stadion Jalak Harupat, tempat pertandingan digelar. Bahkan ada juga beberapa BONEK yang berangkat secara berkelompok tanpa berbuat ulah sepanjang perjalanan di kota kembang Bandung.

Ketika waktu menunjukkan pukul 2 siang stadion Jalak Harupat sudah dipenuhi sekitar 5 ribu BONEK dan rekan-rekan VIKING (pendukung Persib) sudah menyiapkan hidangan makan siang buat BONEK, kamipun santap siang bersama. Benar-benar suasana yang sangat menyenangkan, penuh kebersamaan dan persahabatan.

Dua Jam sebelum kick off , stadion sudah penuh sesak oleh ribuan VIKING & BONEK. Hujanpun turun, di dalam stadion hawa yang semula panas berubah menjadi dingin, namun suasana kehangatan persahabatan dan persaudaraan BONEK VIKING mampu mengalahkan hawa dingin sore itu. Bahkan beberapa BONEK VIKING saling bertukar aksesoris suporter mereka, tentu hal ini menambah suasana kehangatan di dalam stadion, belum lagi nyanyian sambutan dari kedua suporter tersebut. Sungguh indah persahabatan dan persaudaraan antara BONEK VIKING. Pelangi yang indah hadir di atas stadion Jalak Harupat seolah turut menyempurnakan kehangatan kami.

Kick Off dimulai, BONEK VIKING bernyanyi mendukung tim kesebelasan masing-masing, sesekali BONEK VIKING melakukan gerakan dan yel-yel yang sangat indah bahkan mampu membuat Ombak Lautan Biru Hijau beberapa kali putaran. Gol demi Gol dirayakan bersama oleh VIKING BONEK yang semakin menunjukkan bahwa, “BONEK VIKING SATU HATI “.

Skor akhir 4-2 untuk kemenangan PERSIB. Selamat Buat VIKING. Dengan sikap legowo BONEK mengakui kemenangan PERSIB karena memang Persib bermain lebih bagus daripada tim kebanggaan BONEK, Persebaya. Bonekpun menerima permintaan pertukaran aksesoris sambil foto bersama di dalam stadion. Sambil bernyanyi, BONEK mengucapkan, “Terimakasih VIKING atas sambutannya”.

Sambil menunggu datangnya truk yang akan mengangkut BONEK menuju Stasiun, dengan tertib dan sabar BONEK menerima makanan dan minuman yang diberikan oleh bapak-bapak polisi di dalam stadion. Dengan 40 truk, BONEK di angkut menuju Stasiun Rancaekek secara 3 kloter. Pukul 7.00 tanggal 24 Jan 2010, BONEK kembali ke Surabaya menggunakan 11 Gerbong Kerata Api LB, dalam perjalanan tak henti-hentinya warga Jabar memberikan salam hangat kepada BONEK yang melintas,  bahkan beberapa warga Jabar memberikan bantuan air minum kepada BONEK.

Ketika memasuki stasiun wilayah Sleman, kelompok suporter SLEMANIA dengan rasa persaudaraan yang tinggi memberikan bantuan beberapa air minum dan buah rambutan, BONEK pun bernyanyi, “TERIMA KASIH SLEMANIA”. Ironisnya beberapa meter dari stasiun tersebut BONEK dilempari batu oleh beberapa warga. Tentu kami jadi bertanya, tadi kita di kasih air minum tapi kenapa kemudian di lempari batu. Apakah hal itu dilakukan oleh OKNUM PASOEPATI ato SLEMANIA…?? wallahu’alam…

Perjalan berlanjut, sampai YOGYA situasi aman dan lancar-lancar saja. Kereta memasuki wilayah SRAGEN, PURWOASRI, SOLO, serangan batu dan bom Molotov mulai berdatangan karena terus diserang dari beberapa sisi, BONEK hanya bisa bertahan dengan alat seadanya, tas ransel pun di pakai buat bertahan. Dikarenakan serangan malah menjadi besar & beringas dari warga SOLO, kaca kereta pun hancur maka tidak ada pilihan lain bagi BONEK maka kursi kereta dirusak lantas dijadikan sebagai tameng untuk menghindari lemparan batu dan bom Molotov dari warga SOLO. Karena hanya itulah yang bisa dilakukan BONEK untuk bertahan menghindari serangan.

Entah itu di Stasiun mana, tiba-tiba kereta berhenti, tentu itu menambah suasana di dalam gerbong menjadi mencekam karena warga SOLO sudah mulai maju di depan kaca-kaca bahkan ada juga yang melempar Bom Molotov ke dalam gerbong membuat bau di dalam gerbong bercampur dengan Bensin.

Syukur Alhamdullilah… akhirnya aparat kepolisian datang dan membubarkan aksi beringas warga SOLO dengan menembakkan Gas Air Mata di dalam Gerbong BONEK & Warga SOLO. Suasana menjadi aman seketika, namun ketika perjalanan dilanjutkan, kembali BONEK menjadi sasaran lemparan batu oleh warga di sepanjang rel kereta, lagi-lagi BONEK cuma bisa bertahan menahan serangan batu bertubi-tubi dari warga SOLO. Lebih dari dua jam BONEK cuma bisa bertahan menahan serangan batu & bom molotov dari warga SOLO dengan peralatan seadanya, dengan teriakan pembakar semangat & kerja sama BONEK akhirnya mampu menahan serangan tersebut

Perjalanan terus berlanjut & akhirnya menuju Stasiun Madiun, BONEK disambut dengan kawalan POLISI yang memberikan beberapa kardus air mineral.dan BONEK pun kembali bernyanyi mengucapkan beribu-ribu terima kasih, “TERIMA KASIH PAK POLISI ATAS KEAMANANNYA”.

Akhirnya sampai juga di kota tercinta Surabaya sekitar pukul 21.30, BONEK sudah dijemput aparat POLISI SURABAYA dengan memberi beberapa makanan dan minuman. Dengan  beberapa Truk BONEK diangkut menuju rumah masing-masing.

Sungguh, ini merupakan Perjuangan Heroik BONEK yang harus bersusah payah dengan segenap jiwa dan raga bahkan nyawa untuk bertahan dari serangan, lemparan batu dan bom Molotov hingga bisa sampai di Surabaya dengan selamat meski ada beberapa personil BONEK yang meninggal dalam perjalanan. Selamat jalan kawan, semoga engkau bahagia di sisi-Nya. Amin… BONEK HERO FOR SURABAYA.

Biarlah anjing menggonggong BONEK tetap berlalu. Becik kethitik olo ketoro. Kebenaran akan tersingkap pada saatnya. BRAVO IJO… BRAVO BONEK.

By Muchammad Thoy Mysterio

3 thoughts on “Bonek Sebagai Korban Atau Memang Sengaja Dikorbankan

  1. Gemeter aQ moco tulisan iki…. Jiwaku sakit, hatiku ancur…
    Yang jelas aQ g mau memperkeruh suasana dengan menuliskan kata2 kotor… aQ hanya bisa berdoa smoga Kerusuhan ini tidak terus berlanjut. karna kita sama2 warga indonesi. merah darahku, putih tulangku. salam dari arek bonek untuk seluruh suporter bola di indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s