Bukan Bonek Biasa

Sekali lagi  tentang Bonek. Tak henti-hentinya PSSI mengintimidasi suporter fanatik Persebaya ini, setelah menjatuhkan denda dan sanksi larangan mendampingi  pertandingan away Persebaya selama 4 tahun kepada Bonek, kini PSSI menjatuhkan lagi sanksi kepada Bonek, yakni larangan  memakai segala atribut yang berbau Persebaya maupun Bonek saat memasuki stadion untuk memberikan dukungan selama 2 tahun. Sungguh luar biasa.

PSSI, selaku induk organisasi sepak bola setanah air seharusnya mampu memainkan peran sebagai orang tua yang bijak dalam memperlakukan semua anak-anaknya. Pola pengasuhan yang wajar, sarat dengan muatan pendidikan agar kelak anak-anaknya mampu tampil sebagai orang yang berguna, mampu memberi kontribusi positif bagi bangsa ini. Namun apa yang dilakukan oleh PSSI justru sebaliknya, perlakuan diskriminatif serta selalu memposisikan Bonek sebagai anak durhaka, selalu dan selalu saja diterapkan sehingga (seolah) hanya hukuman saja yang pantas diberikan. Padahal kesalahan yang (mungkin) dilakukan oleh Bonek juga dilakukan oleh anak-anak yang lainnya (suporter lain) tetapi PSSI selalu tutup mata tutup telinga.

Melihat kenyataan seperti ini, kita jadi berpikir apakah benar PSSI itu orang tua kandung Bonek. Atau, barangkali PSSI memang dilahirkan sebagai orang tua yang psikopat sehingga ia sengaja membesarkan salah satu anaknya untuk bisa dijadikan “sasak” bagi pelampiasan emosinya. Dengan kata lain, Bonek sengaja dibesarkan untuk dicelakai meski bukan sampai dibunuh karena dengan membunuh Bonek jelas tidak mungkin karena tak ada lagi sasaran pelampiasan mereka.

Dan hal ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena bagaimanapun seorang anak yang senantiasa dibesarkan penuh dengan cemoohan dan penganiayaan akan tumbuh menjadi manusia pemberontak. Dan saya yakin, kita semua tidak menginginkan hal ini. Untuk itu pola asuh yang diberikan PSSI kepada Bonek harus dirubah biar Bonek tidak semakin salah kaprah tumbuh sebagai anak yang salah asuh. Bukankah semua manusia (suporter) pada dasarnya selalu memiliki harapan dan keinginan yang sama yakni menjadi manusia yang baik, mampu memberi kontribusi positif pada lingkungannya, begitupun Bonek.

Besar harapan kami kepada PSSI agar seyogyanya bisa memberikan pola asuh yang benar dan tepat sesuai dengan karakteristik anak-anaknya demi kemajuan persepakbolaan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s