Etape (1)

Etape adalah jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya. Etape juga bisa diartikan pemberhentian. Biasanya, istilah etape dipakai dalam perlombaan balap sepeda. Perlombaan ini terdiri dari beberapa etape atau tahapan. Hidup inipun seperti sebuah perlombaan balap sepeda, maka kehidupan pun memeliki beberapa etape atau tahapan.

Berbicara mengenai tahap kehidupan manusia, ada sebuah teori menarik dan simple mengenai kategori manusia berdasarkan tingkat kematangan emosionalnya yang dikaitkan dengan konsep jari tangan manusia. Secara umum tingkat kematangan seseorang dalam konsep jari tangan ini dibagi

menjadi 5 kategori, pertama, jari kelingking (mewakili usia 0-10 tahun) dalam tahap ini seseorang belum memiliki peranan individual yang matang. Semua masih sangat tergantung dengan orang lain (lingkungan).

Kedua, jari manis (mewakili usia 11-20 tahun). Masa ini dikenal juga sebagai masa remaja. Disebut juga masa transisi. Pada usia ini seseorang sudah mulai belajar tanggungjawab meskipun masih terbatas. Sentuhannya pada kenyataan masih rancu karena ia berharap bahwa mimpi indahnya (keinginannya) akan selalu terwujud. Kesadaran untuk memahami bahwa kenyataan tidak selalu sesuai harapan masih rendah.

Ketiga, Jari tengah (mewakili usia 21-30 tahun). Pada usia ini proses pembelajaran dan pendewasaan tiba pada saat yang kritis. Rasa percaya diri mulai mantap meski terkadang sikap mau menang sendiri masih menonjol. Kalau semua jari tangan dirapatkan maka jari tengah akan nampak paling tinggi. Namun kalau dikaji lebih jauh kelompok usia ini masih belum mampu berkomunikasi secara baik dan efisien namun tanda-tanda produktivitas yang tinggi sudah mulai nampak.

Keempat, jari telunjuk (mewakili usia 31-45 tahun). Seseorang dalam usia ini biasanya lebih bijak dalam menyikapi kehidupan. Kemampuan berinteraksi dan berintegrasi semakin nyata dan berkembang meskipun masih ada beberapa hal yang masih kurang sempurna. Dalam karir, kelompok usia ini juga biasanya sudah menduduki posisi sebagai pemimpin (manager dsb).

Kelima, jari jempol (mewakili usia > 45 tahun). Inilah proses pembelajaran dan pendewasaan diri yang terakhir. Pada usia ini seseorang diharapkan sudah matang, bijak dan mampu menjadi panutan, namun di sisi lain fisik sudah mulai mengalami penurunan. Dari segi mental dan olah pikir, kelompok usia ini berada pada puncaknya. Hal ini ditandai dengan kemampuan berkomunikasi dengan semua lapisan, mampu bertindak sebagai inisiator, pendorong bahkan bisa sebagai provokator, dan menggalang kekuatan fisik.

Jika merujuk pada pembagian di atas, maka diri ini telah memasuki etape keempat. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah sudah bijakkah diri ini dalam menyikapi kehidupan ini? Jika kebijakan menjadi suatu keharusan yang akan menandai kesuksesan kita dalam memenangkan etape ini.

Sidoarjo, 15 Desember 2012. 16.55 wib

by tedjamaja ((Edisi Ulang Tahun)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s