Saat Kita Dalam Kondisi Terpuruk

Pernahkah kita berada dalam situasi yang sangat terpuruk? Saat kita tak punya uang, justru saat itulah banyak tanggungan yang harus kita selesaikan. Mulai dari bayar sekolah anak, tagihan listrik & air,  cicilan rumah & motor,  dan masih banyak tagihan-tagihan lainnya. Belum beres semua tagihan, ee anak kita yang bungsu badannya demam dan harus di bawa ke dokter. Sungguh situasi yang berat. Tapi tetap kita tak boleh berputus asa karenanya. Sebagai seorang muslim sejati maka bersabar dan bertawakal adalah jawabannya, sebagaimana firman Allah, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai jalan penolongmu, dan yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah [2]: 45). “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS At-Thalaq [65]: 3).
Begitulah kehidupan, selalu penuh dengan lika-liku. Tawa dan tangis, bahagia dan duka, susah dan senang selalu berjalan beriringan.. Semua tak bisa dipisahkan begitu saja sebagaimana siang dengan malam, langit dengan bumi, matahari dengan bulan. Semuanya berada dalam satu paket sebagai anugerah dari Allah SWT. Bahagia adalah anugerah-Nya begitupun dengan duka. Meski demikian, tak mudah memang menghadapi kesulitan dan menyikapinya sebagai anugerah dari Allah SWT, diperlukan kesabaran yang luar biasa. Dan Allah itu mencintai orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah [2]: 177).
Seorang bijak mengatakan, bahwa hadiah dari Illahi itu tidak dibungkus dengan peti yang berukir emas dan permata. Melainkan hadiah Illahi itu terbungkus dalam rajutan benang yang ruwet, butuh kerja keras dan kesabaran untuk membukanya.
Salah  seorang sahabat saya pernah mengalami hal sebagaimana yang saya utarakan di atas, dan endingnya, satu minggu kemudian dia dinyatakan lulus ujian sertifikasi (sahabat saya itu adalah seorang pendidik). Saya sendiri juga pernah mengalami hal yang serupa pula, insentif tidak dapat, gaji yang diterima tidak seberapa dan pada saat yang sama saya harus membayar biaya daftar ulang adik saya yang masih duduk di kelas 1 SMK. Dan alhamdulillah beberapa pekan kemudian SK pengangkatan saya turun, saya dipromosikan untuk level satu tingkat lebih tinggi dari jabatan sebelumnya. Subhanallah.
Begitulah cara Allah untuk meningkatkan derajat kita. Seperti halnya seorang pemanah, untuk menghasilkan lesatan anak panah yang kencang dan tepat sasaran maka ia harus membidik dan menarik busurnya sekuat mungkin. Seperti juga sebuah pelontar pegas, ia hanya bisa menghasilkan lompatan yang tinggi hanya jika pegas itu ditekan sedemikian kuatnya. Begitu juga seorang pemain bola, untuk menghasilkan tendangan yang keras maka ia harus mundur beberapa langkah sebelum ia melesakkan bolanya. Begitu juga kita, sebelum Allah meninggikan derajat kita maka Allah akan memberikan tekanan terlebih dahulu, memberikan ujian terlebih dahulu, sebagaimana firman-Nya, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS. Al-Baqarah [2]: 155-156). Wallahu’alam.

Sidoarjo, 6 Desember 2012. 08.24 wib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s