Angie Oh Angie: Nasehat Prof. Lucky Sondakh

Tema hari ini adalah “Angie oh Angie”. Tak percaya? Silahkan Anda melihat tayangan televisi, beritanya tentang Angie only, masih belum puas? Silahkan buka akun Facebook atau Tweeter Anda, isinya Angie semua. Masih belum puas juga? Sekarang gilirannya Anda mengamati milis-milis yang ada, serentetan komentar tentang Angie pasca vonis hakim 4 tahun 6 bulan penjara bertebaran memenuhi layar monitor kita. Bagaimana, sudah percayakah Anda?

Agar tak dianggap “gagap berita” atau sekedar ikut-ikutan latah untuk berpartisipasi atas vonis Angie hari ini maka sayapun turut memberikan sumbangsih berupa catatan kecil ini ke hadapan Anda semua. Namun saya tidak mengomentari secara langsung tentang putusan hakim itu, melainkan saya cenderung lebih tertarik untuk “mendengar” apa yang telah disampaikan oleh Prof. Lucky Sondakh, ayah Angie. Dalam wawancaranya dengan salah satu stasiun televisi, beliau mengakui bahwa perubahan mencolok atas sikap anaknya hari ini lebih dikarenakan kesiapan mental Angie untuk menerima segala keputusan hakim, meskipun diakhir sidang Angie mengatakan, “pikir-pikir” dulu terhadap putusan ini. Dan masih menurut beliau, sebelum sidang beliau telah menasehatkan kepada anaknya agar “tetap berharap yang terbaik namun siap dengan segala kemungkinan terburuk dan apapun yang nanti akan terjadi, kehidupan harus tetap berjalan”.

Coba sekali lagi, mari kita baca berulang-ulang nasehat tersebut hingga meresap jauh ke dalam lubuk hati kita yang terdalam.

Kalimat pertama, “Tetap berharap yang terbaik”. Kalimat ini mungkin sangat sederhana namun mampu menghadirkan makna yang sangat dalam, ada spirit kehidupan di dalamnya. “Tetap berharap yang terbaik”, ini menggambarkan totalitas dalam kehidupan, totalitas dalam pengabdian (mengabdi kepada Sang Kholiq), totalitas dalam pelayanan (melayani semesta, sebagaimana tugas manusia sebagai khalifatullah). Karena mustahil kita akan mendapat yang “terbaik” jika jalan yang kita tempuh untuk mencapainya itu “tidak baik”. Dan kata “tetap” diawal kalimat menafsirkan bahwa untuk mendapatkan hasil yang “terbaik” itu sangatlah tidak mudah, banyak halangan dan rintangan di depannya, namun meski begitu kita harus tetap berbuat yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik itu. Artinya kita tidak boleh berputus asa dalam mengupayakan sesuatu, betapapun sulitnya upaya yang harus kita lakukan.

Kalimat kedua, “(harus) siap dengan segala kemungkinan terburuk”. Artinya, betapapun hebatnya upaya yang sudah kita lakukan kita tidak boleh sombong. Masih ada “kekuatan” lain di luar diri kita, yakni kekuatan dari Sang Maha Kuasa. Dan “kekuatan” itulah yang akan menentukan segalanya, “baik” ataupun “buruk” hasilnya. Ini merupakan sebuah kesadaran yang luar biasa, bahwa manusia boleh merencanakan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, namun tetap Tuhan lebih berkuasa atas segala sesuatu. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan dan buruk menurut kita belum tentu juga buruk menurut Tuhan karena bisa jadi malah sebaliknya. Wallahu ‘alam.

Kalimat ketiga, “apapun nanti yang akan terjadi kehidupan harus tetap berjalan”. Kembali lagi bahwa kehidupan penuh dengan tantangan. Kegagalan kita dalam menyelesaikan tantangan demi tantangan tidak bisa dijadikan alasan untuk berleha-leha dalam menghadapi kehidupan ini, apalagi sampai berputus asa karenanya. Justru kegagalan-kegagalan itu harus dianggap sebagai media pembelajaran untuk mengasah kemampuan kita dalam menangkap makna kehidupan. Dengan berfikir begitu kita akan semakin bersemangat lagi dalam menatap masa depan. Ini pendapat saya, bagaimana dengan pendapat Anda?

Sidoarjo, 10 Januari 2013. 22.25 WIB

by Tedjamaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s