Janji Palsu

Bip, bip. Sebuah pesan singkat masuk, “beib, jemput aku ya, nanti jam 19.00, awas! Jangan telat lho”. Mungkin pesan seperti ini sering kita jumpai, terutama pada mereka yang sedang menjalin asmara. Demi menyenangkan sang pujaan hati, maka dengan segera sang kekasih bergegas untuk menuju ke tempat yang dimaksud. Belum juga jam menunjukkan pukul 19.00, orang ini sudah berada di tempat sebagaimana yang dimaksud. Sebuah kesetiaan dan ketaatan yang luar biasa.

Pada kejadian lain dan pada waktu yang berbeda, adzan berkumandang demikian syahdunya. Sang Maha Terkasih telah memanggil kita untuk segera menemui-Nya. Lantas bagaimanakah sikap kita? Boro-boro segera mendatanginya, meskipun asal suara itu tak jauh dari tempat kita, mendengar suaranyapun kita tak peduli. Berbagai alasan kita kemukakan. Mentang-mentang Tuhan demikian pemurahnya, demikian pemaafnya, sehingga seenaknya kita memperlakukannya. Beruntung kita memiliki Tuhan yang demikian Maha Pemaafnya, tidak pernah purek atau ngambek meski berulang kali kita sakiti dan khianati. Tak sanggup saya membayangkan seandainya Tuhan itu ngambek akibat ulah kita, lantas satu saja, sekali lagi satu saja nikmat-Nya itu dicabut atas kita. Misalnya, nikmat tidur tak lagi diberikan kepada kita, maka berhari-hari mata kita akan mendelik tidak karuan. Betapa susahnya kita. Itu baru satu saja, bagaimana kalau dua atau tiga nikmat lagi yang dicabut?

Itulah manusia. Itulah diri kita. Padahal pada saat kita mantap mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakini bahwa Islam adalah agama kita maka secara otomatis kita telah berjanji kepada diri sendiri, berjanji kepada Rasulullah, dan berjanji kepada Allah akan selalu taat menjalankan perintah-Nya. Jika janji adalah hutang maka berapa banyak hutang kita kepada-Nya, yang tak akan sanggup kita membayarnya meski hingga ajal menjelang. Namun inilah ‘hebatnya’ manusia yang selalu ada alasan untuk berkilah.

Sekarang, setelah begitu banyak janji yang kita khianati. Masihkah kita akan berjanji lagi, “Ya Tuhan, maafkanlah hamba, saya berjanji mulai sekarang akan menjalankan shalat tepat waktu?”

Sidoarjo, 09 Februari 2013. 19.34 WIB

by tedjamaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s