Prihatin Ataukah Memprihatinkan?

Menurut Muhammad Ali as-Sabuni, terdapat beberapa hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa, diantaranya, puasa merupakan bentuk penghambaan diri (manusia) kepada Allah SWT, bentuk ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya. Di dalamnya terdapat pendidikan bagi jiwa agar senantiasa dapat menahan diri dan selalu tabah dalam menghadapi ujian dalam menempuh dan melaksanakan perintah-Nya. (Bisri M. Jaelani, Ensiklopedi Islam, 2007)

Sebagian orang mengatakan, puasa sebagai laku prihatin, yakni sebuah upaya untuk turut merasakan kondisi kekurangan, kelaparan, dan sejenisnya, sehingga akan tumbuh rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama dan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Namun sayangnya, kita kerap berlebih-lebihan pada saat berbuka puasa. Lha, kalau seperti ini, sebenarnya kita sedang prihatin atau malah memprihatinkan? Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s