Menjadi Ibu Yang Ramah Keluarga

Menjadi Ibu Yang Ramah Keluarga

Dewasa ini, perempuan bekerja adalah hal yang sudah sangat lazim terjadi. Berbagai alasan dikemukakan, mulai untuk mencukupi kebutuhan keluarga (karena gaji suami tidak cukup); mengembangkan karier; kesetaraan gender; atau ingin menjadi wanita mandiri yang tidak hanya bergantung pada laki-laki. Apapun alasannya, hukum perempuan bekerja tetaplah sah.

Namun harus diingat, perempuan tetaplah perempuan. Ia memiliki kodrat dan jati dirinya sendiri. Ketika seorang perempuan sudah bersuami, maka ia memiliki tugas dan tanggungjawab sebagai seorang istri. Dan ketika ia sudah dikaruniai Baca lebih lanjut

Iklan

TAK ADA JAMINAN ATAS KESHALEHAN KITA

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sungguh, Engkau Maha Pemberi (karunia)”. (QS. Ali Imran [3]: 8)

Alkisah, pada masa Bani Israil, hiduplah Barshisha, orang yang sangat populer kesalehannya. Murid dan pengikut setianya sampai 60.000 orang. Hampir semua bisa terbang karena kehebatan ilmu dan spiritualnya. Apalagi kelebihan sang guru, Barshisha. Para malaikat pun kagum pada Barshisha. Tapi, Allah mengingatkan para malaikat, agar tidak tergesa-gesa menyanjungnya. “Jangan tergesa-gesa mengaguminya. Dengan ilmu-Ku, Aku Maha Mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.kata Allah. Baca lebih lanjut

Sepatutnya Kita Malu!

Ketika segalanya sudah menjadi komoditi, maka tak ada lagi yang gratis di dunia ini. Semuanya akan dikomersialisasikan, “hanya meludah saja yang gratis,” begitu kata orang Jakarta. Dan hal ini akan berujung pada meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Kalau dulu kebutuhan dasar hidup manusia hanya terdiri dari sandang, pangan, dan papan. Kini, tak lagi hanya sebatas itu saja. Beragam kebutuhan lainnya pun menunggu untuk dipenuhi. Sehingga rasanya menjadi ‘wajar’ jika saat ini banyak orang yang stres karena bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mencekik itu. Mengumpat, menyalahkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan-pun seringkali dilakukan, namanya juga lagi stress, tapi apa ya mesti seperti itu? Baca lebih lanjut

Facebook Dan Paradigma Berpikir

 “Apa yang Anda pikirkan?” Itulah kalimat pertama yang muncul saat kita masuk ke akun facebook. Kalimatnya memang sangat sederhana, namun kalau dipahami lebih lanjut tersirat sebuah makna yang luar biasa.

Sekarang, coba kita selaraskan dengan ungkapan berikut, “diri kita adalah seperti apa yang kita pikirkan”. Teramat sangat jelas, bahwa apa yang ada Baca lebih lanjut

SEBERAPA BERHARGANYA KITA DI HADAPAN TUHAN?

Seperti halnya laut yang mengalami pasang surut, kehidupan inipun juga mengalami hal yang sama. Terkadang kita berada dalam situasi yang sangat menggembirakan namun terkadang di saat lainnya kita mengalami kesedihan yang teramat sangat. Di suatu saat kita mendapat rezeki yang berlimpah namun di saat lainnya kita dihadapkan pada situasi yang bertolak belakang, rezeki seolah enggan mendekati kita. Mungkin itulah yang dinamakan dinamika kehidupan.

Dan saya rasa semua orang pernah mengalami hal demikian cuma kadarnya saja yang mungkin berbeda, karena manusia memang dianugerahi kemampuan serta potensi yang berbeda pula. Demikian juga halnya dengan saya. Sebagai seorang karyawan dengan lebel jabatan ‘marketing’ membuat grafik keuangan Baca lebih lanjut

ASI, Kurikulum Illahi Untuk Pendidikan Karakter Anak

Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anaknya memiliki akhlak yang mulia, jujur, suka menolong, perhatian, memiliki kepedulian, dan lain sebagainya. Dalam Islam-pun, akhlak memiliki posisi yang sangat penting, sehingga setiap aspek dari ajaran agama ini selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia (akhlaqul karimah). Hal ini tercantum antara lain dalam sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlakj yang mulia.” (HR. Ahmad, Baihaqi, & Malik). “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmizi). “Sesungguhnya kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akherat.” (QS. Shad [38]: 46)
Akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Seseorang dikatakan berakhlak jika perbuatan yang ditimbulkan bersumber dari dalam dirinya sendiri dan dilakukan tanpa melalui Baca lebih lanjut

Saat Kita Dalam Kondisi Terpuruk

Pernahkah kita berada dalam situasi yang sangat terpuruk? Saat kita tak punya uang, justru saat itulah banyak tanggungan yang harus kita selesaikan. Mulai dari bayar sekolah anak, tagihan listrik & air,  cicilan rumah & motor,  dan masih banyak tagihan-tagihan lainnya. Belum beres semua tagihan, ee anak kita yang bungsu badannya demam dan harus di bawa ke dokter. Sungguh situasi yang berat. Tapi tetap kita tak boleh berputus asa karenanya. Sebagai seorang muslim sejati maka bersabar dan bertawakal adalah jawabannya, sebagaimana firman Allah, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai jalan penolongmu, dan yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah [2]: 45). “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS At-Thalaq [65]: 3).
Begitulah kehidupan, selalu penuh dengan lika-liku. Tawa dan tangis, bahagia dan duka, susah dan senang selalu berjalan beriringan.. Semua tak bisa dipisahkan begitu saja sebagaimana siang dengan malam, langit dengan bumi, matahari dengan bulan. Semuanya berada dalam satu paket Baca lebih lanjut