Menjadi Ibu Yang Ramah Keluarga

Menjadi Ibu Yang Ramah Keluarga

Dewasa ini, perempuan bekerja adalah hal yang sudah sangat lazim terjadi. Berbagai alasan dikemukakan, mulai untuk mencukupi kebutuhan keluarga (karena gaji suami tidak cukup); mengembangkan karier; kesetaraan gender; atau ingin menjadi wanita mandiri yang tidak hanya bergantung pada laki-laki. Apapun alasannya, hukum perempuan bekerja tetaplah sah.

Namun harus diingat, perempuan tetaplah perempuan. Ia memiliki kodrat dan jati dirinya sendiri. Ketika seorang perempuan sudah bersuami, maka ia memiliki tugas dan tanggungjawab sebagai seorang istri. Dan ketika ia sudah dikaruniai Baca lebih lanjut

TAK ADA JAMINAN ATAS KESHALEHAN KITA

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sungguh, Engkau Maha Pemberi (karunia)”. (QS. Ali Imran [3]: 8)

Alkisah, pada masa Bani Israil, hiduplah Barshisha, orang yang sangat populer kesalehannya. Murid dan pengikut setianya sampai 60.000 orang. Hampir semua bisa terbang karena kehebatan ilmu dan spiritualnya. Apalagi kelebihan sang guru, Barshisha. Para malaikat pun kagum pada Barshisha. Tapi, Allah mengingatkan para malaikat, agar tidak tergesa-gesa menyanjungnya. “Jangan tergesa-gesa mengaguminya. Dengan ilmu-Ku, Aku Maha Mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.kata Allah. Baca lebih lanjut

Mudik dan Fitrah Manusia

 Sudah lazim terjadi di negeri ini, setiap mendekati akhir Ramadhan, orang-orang pada sibuk menyiapkan diri untuk kembali ke kampung halaman. Ada semacam kerinduan yang dalam untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sanak famili di kampung halaman, terutama bagi mereka yang hidup di perantauan. Dan lebaran dianggap sebagai momentum yang tepat untuk itu, sebab pada Hari Raya Idul Fitri ini ada dimensi keagamaan di dalamnya, ada (semacam) keharusan untuk sungkem kepada kedua orangtua atau orang yang di-tua-kan, ada legitimasi bahwa seolah-olah lebaran adalah saat yang tepat untuk melakukan ziarah ke makam-makam leluhur, dan berbagai alasan lainnya. Kegiatan semacam ini biasa kita kenal dengan istilah mudik (lebaran). Baca lebih lanjut

Kado Lebaran 1434 H (Bagi-Bagi Buku Gratis)

Download Buku Gratis “SuperMedRep: Siapapun Bisa Jadi Jagoan. Kiat Sukses Meniti Karier Sebagai Detailer”

Mumpung masih di bulan Syawal, saya menghaturkan “Minal Aidin Wal Faizin, Taqobballahu minna wa minkum taqobbal ya karim. Mohon maaf lahir dan bathin”.

Untuk melengkapi kebahagiaan sahabat-sahabat serta rekan-rekan semua di hari yang fitri ini, saya hadiahkan sebuah kado spesial buat kalian semua, sebuah buku motivasi dan pengembangan karier. Silahkan download disini.

Kita semua tahu, bahwa penganguran di Indonesia setiap tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Diperkirakan ada penambahan sekitar 30% setiap tahunnya. Dan berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, bahwa hingga Februari 2013, angka pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 7,17 juta orang (sumber: kompas[dot]com, 06 Mei 2013).

Hal ini ditengarai karena sempitnya lapangan kerja. Jumlah pengangguran tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Namun benarkah demikian?

Buku ini memberi solusi alternatif atas problem minimnya lapangan pekerjaan yang ada. Sesungguhnya masih banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar, namun sayangnya profesi ini kurang mendapat tempat di hati masyarakat.

Untuk itu, perlu sekiranya saya menulis buku ini, agar masyarakat memiliki gambaran nyata, memahami seluk beluk dunia pemasaran, khususnya pemasaran farmasi, cara kerjanya, termasuk mengenai penghasilan yang akan diperoleh jika menekuni dunia pemasaran farmasi ini.

Besar harapan saya, buku ini benar-benar memberi manfaat positif bagi masyarakat luas. Kritik dan saran senantiasa saya nantikan demi perbaikan di masa yang akan datang. Selamat membaca dan silahkan menyebarkan buku ini ke kerabat, saudara, sahabat, atau siapa saja yang menurut Anda layak dihadiahi buku ini. Namun SANGAT TIDAK DIANJURKAN jika dimanfaatkan untuk kepentingan komersial dan sejenisnya.

Terima Kasih.

Prihatin Ataukah Memprihatinkan?

Menurut Muhammad Ali as-Sabuni, terdapat beberapa hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa, diantaranya, puasa merupakan bentuk penghambaan diri (manusia) kepada Allah SWT, bentuk ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya. Di dalamnya terdapat pendidikan bagi jiwa agar senantiasa dapat menahan diri dan selalu tabah dalam menghadapi ujian dalam menempuh dan melaksanakan perintah-Nya. (Bisri M. Jaelani, Ensiklopedi Islam, 2007)

Sebagian orang mengatakan, puasa sebagai laku prihatin, yakni sebuah upaya untuk turut merasakan kondisi kekurangan, kelaparan, dan sejenisnya, sehingga akan tumbuh rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama dan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Namun sayangnya, kita kerap berlebih-lebihan pada saat berbuka puasa. Lha, kalau seperti ini, sebenarnya kita sedang prihatin atau malah memprihatinkan? Wallahu’alam.

Puasa Apa Pesta?

Menu buka puasa dan takjil hari ini: kolak pisang, sup buah, es cendol, aneka gorengan, agar-agar, nasi pecel, semur daging, dan empal goreng.

Lho, puasa apa pesta ya?

Katanya, puasa itu menahan diri? Katanya, makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang?

Lha kok?!

?????!!!!!

WARNING!

WARNING! Puasa hanya diwajibkan bagi ummat yang beriman. Jadi, bagi yang tidak berpuasa ya monggo saja, silahkan saja, tapi siap-siap saja menerima resikonya. Akan diklaim Allah sebagai hamba yang tidak beriman.

Na’udzubillah…